
Dosen Prodi Pendidikan Fisika Universitas Malikussaleh, khususnya dari Program Studi Pendidikan Fisika, melaksanakan kegiatan koordinasi bersama sejumlah SMA Negeri di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada hari Sabtu 11 dan 18 Januari 2025 ini melibatkan guru fisika dan pihak sekolah dalam rangka membahas perkembangan kebijakan pendidikan serta berbagai permasalahan yang muncul dalam pembelajaran fisika di tingkat SMA.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi antara perguruan tinggi dan sekolah terkait implementasi kebijakan pendidikan terbaru, termasuk penerapan kurikulum serta tantangan pembelajaran fisika di kelas. Dalam diskusi tersebut, Kemala Hayani S.Pd. dan Nur Amna, S.P.d menyampaikan beberapa persoalan utama, seperti rendahnya minat belajar siswa terhadap fisika, keterbatasan pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi, serta masih adanya kesulitan siswa dalam memahami konsep-konsep dasar fisika yang bersifat abstrak.
Menurut Riza Andriani, salah satu dosen Pendidikan Fisika yang terlibat pada kegiatan ini, pembelajaran fisika perlu lebih dikembangkan melalui pendekatan kontekstual yang mengaitkan materi dengan fenomena kehidupan sehari-hari agar lebih mudah dipahami siswa. Selain itu, pemanfaatan teknologi pembelajaran seperti simulasi digital, video eksperimen, dan laboratorium virtual juga dinilai sangat penting untuk meningkatkan pemahaman konsep. Dosen juga menekankan perlunya peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan serta penerapan model pembelajaran inovatif seperti Problem Based Learning dan Inquiry Learning. Lebih lanjut, kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi diharapkan dapat terus berlanjut dalam bentuk pendampingan, penelitian bersama, serta pengembangan perangkat pembelajaran berbasis riset untuk meningkatkan mutu pendidikan fisika di wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara.